Rabu, 20 Juli 2011

Pengkhianatan Gerakan 30 September 1965 ( GESTAPU)

Tulisan ini didasarkan dan di tulis mengacu kepada sejarah dan cuplikan narasi film tentang '' Pengkhianatan G 30 S PKI'' yang disutradarai oleh Arifin C.Noer yang menjadi film wajib tonton di era pemerintahan Soeharto selama rezim orde baru selama 30 tahun.

Nah, simaklah cerita ini baik2, slamet membaca:

Monumen itu didirikan untuk mengenang ketujuh pahlawan revolusi korban kebiadaban gerakan september PKI.
'' Cita2 perjuangan kami untuk menegakkan kemurnian pancasila tidak mungkin dipatahkan hanya dengan mengubur kami dalam sumur ini-Lubang Buaya, Jakarta 01 Oktober 1965''     

Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada tanggal 13 Januari 1965 sekitar subuh di desa kanigara yg terletak tidak jauh dari kota kediri. Ribuan orang2 PKI menyerbu tempat training center pelajar islam Indonesia, selain melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap seorang kyai dan beberapa orang guru, Mereka juga merusak dan menginjak2 kitab suci Al Quran. Dua hari kemudian pada tanggal 15 Januari 1965 di suatu desa di kediri ribuan orang2 PKI menyerang petani Sudarno dengan dalih sengketa tanah seorang kepala desa yg mencoba melerai dan menengahi juga tak luput dari pengeroyokan dan penganiayaan. Pada tahun yg sama di Sumatera utara terjadi aksi sepihak PKI yg terkenal dengan nama '' Peristiwa Bandar Betsi'' peristiwa ini merupakan sengketa tanah milik negara dengan kaum tani yg menggarap secara tidak sah dan persoalanya sebenarnya sudah diselesaikan secara baik2 namun kaum tani kemudian dihasut oleh orang2 BTIPKI untuk menduduki kembali tanah tersebut secara sepihak melawan pemerintah dalam hal ini seorang petugas peltu Sudjono tewas karena dikeroyok dan dianiaya. Seperti dikutip harian surat kabar tahun 65 '' Letda Sudjono tewas kepalanja petjah ditjangkul, Serangan pers departemen perkebunan RI'' Aksi2 sepihak yg didalangi PKI ini juga terjadi di Indramayu, klaten,boyolali dan berbagai tempat lainya di Indonesia. Sementara itu sebenarnya di bulan Desember 1964 terungkap adanya dokumen tentang perebutan kekuasaan namun dokumen itu dikatakan palsu dan malah menuduh balik kalau fitnah itu sengaja di sebarkan oleh lawan politiknya yaitu partai Murba yg prosktiv dalam hal ini Soekarno dan Chaerul Saleh. Juga tersiar bahwa juga ada dokumen yg pernah tersiar menjelah peristiwa madiun tahun 1948 yg juga disanggahnya namun kemudian terbukti benar dan dalam rangka perebutan kekuasaan negara PKI membentuk biro khusus di tahun 1964 tugas biro khusus ini adalah melampiri tugas oleh pimpinan PKI untuk menyusun gerakan 30 september 1965. Sementara itu pula atas saran PM China Chou En Lai PKI melancarkan tuntutan pembentukan angkatan V yaitu agar para buruh tani dipersenjatai.Tuntutan PKI ini tidak mendapat dukungan kecuali dari Pimpinan Angkatan udara AURI, Menteri Panglima Angkatan Udara Omar Dhani, Sebaliknya dari Menteri panglima Angkatan Darat Letjend A.Yani secara tegas menolaknya, menurut perhitunganya pembentukan angkatan V akan menimbulkan keruwetan dalam garis komando maupun pengawasan kekuatan bersenjata di Indonesia. Perlu dicatat gagasan ini sebenarnya tidak lepas dari kesanggupan Chou En Lai yg menjanjikan 100 ribu pucuk senjata ringan secara cuma2, Dalam kenyataannya kemudian meskipun pembentukan angkatan V tidak terwujud namun pemberian senjata dari RRC ini tidak terlepas dari penyusunan kekuatan bersenjata yg digunakan oleh PKI dalam gerakan 30 september 1965. Karena sikap pimpinan angkatan darat yg tidak mau mendukung tuntutan2 PKI tersebut dan juga PKI selalu mencurigai pimpinan2 angkatan darat yg akan merintangi upaya2 PKI sebagaimana peristiwa2 sejarah seperti peristiwa madiun di tahun 1948 maka diciptakan isu dewan jendral yg akan melancarkan kup dengan gencar tersiar adanya dokumen Gilchrist yg ditemukan di rumah Bill Palmer sewaktu rumah orang Amerika itu diobrak abrik oleh pemuda rakyat. Gilchrist adalah duta besar inggris dan dokumen yg ternyata palsu itu tersebut kata2 '' A little army friends'' yg kemudian diinterpretasikan menurut versi PKI yaitu dewan jendral.



                                            Dokumenter  Cuplikan Film Gerakan 30 September PKI





                                                      Ketua Commite Central PKI D.N.Aidit

                                        Mayjend Soeharto yg hadir pada saat pengankatan ketujuh
                                                Jenazah pahlawan revolusi di lubang buaya




             Narasi penyiksaan seorang perwira yg dituding sebagai dewan jendral                                                  oleh                                         PKI                                                dalam      gambar                terlihat
               Ilustrasi penyiksaan oleh anggota PKI yg biadab dan tak berperikemanusiaan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar